Pada 22 Juni 1953 berdiri Yayasan Darul Hikmah di
Bukittinggi yang bergerak di bidang pendidikan agama. Yayasan ini kemudian
mendirikan Fakultas Syariah (Hukum Islam), yang menjadi cikal bakal berdirinya
fakultas-fakultas agama lain di Sumatera Barat, seperti Fakultas Ushuluddin di
Padang Panjang, Dakwah wal Irsyad di Solok, Adab di Payakumbuh, dan Tarbiyah di
Padang.
Berkat dukungan para
ulama dan masyarakat, pada 22 Oktober 1957 berdirilah Universitas Islam Darul
Hikmah di Bukittinggi. Namun, universitas ini tidak bertahan lama karena
terganggu oleh pergolakan PRRI tahun 1958.
Setelah situasi
membaik, semangat untuk membangun perguruan tinggi Islam muncul kembali. Drs.
Azhari memprakarsai berdirinya Yayasan Imam Bonjol pada 19 Februari 1962 yang
kemudian membuka beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Tarbiyah, Syariah,
Ushuluddin, Adab, dan Sosial Politik.
Melalui perjuangan
bersama ulama dan tokoh masyarakat, Fakultas Tarbiyah Yayasan Imam Bonjol
diresmikan menjadi Fakultas Tarbiyah Negeri Cabang Syarif Hidayatullah Jakarta
pada 21 September 1963. Selanjutnya, berdasarkan SK Menteri Agama No. 77 Tahun
1966, berdirilah Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Imam Bonjol dengan empat fakultas di Sumatera Barat, dan
Prof. H. Mahmud Yunus menjadi rektor pertamanya.
Di Kota Solok, para
tokoh masyarakat juga berinisiatif mendirikan perguruan tinggi Islam. Melalui
rapat pada 4 September 1968 dibentuklah Fakultas
Dakwah Islamiyah yang berinduk ke IAIN Imam Bonjol Padang. Perkuliahan
awal dilaksanakan dengan fasilitas sederhana di gedung sekolah dan masjid
setempat.
Setelah tiga tahun,
pada 1972 Fakultas Dakwah meluluskan sarjana muda pertamanya. Namun, sesuai
kebijakan rasionalisasi IAIN tahun 1973, fakultas-fakultas di daerah ditarik ke
ibu kota provinsi. Maka pada tahun 1974 Fakultas Dakwah dipindahkan ke Padang
dan menjadi Fakultas Dakwah IAIN Imam
Bonjol Padang.
Pada 1982, kampusnya pindah ke Kampus Lubuk Lintah Padang. Tahun 1983/1984 dibuka kembali kelas jauh di Solok sebagai penghormatan terhadap tempat asal fakultas tersebut. Seiring perkembangan, Fakultas Dakwah membuka beberapa jurusan, antara lain:
- Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
- Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)
- Manajemen Dakwah (MD)
Sejak tahun 2017,
sesuai PMA No. 28 Tahun 2017, IAIN Imam Bonjol resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang,
dan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam menjadi bagian dari Fakultas Dakwah dan
Ilmu Komunikasi (FDIK).
Mahasiswa Fakultas
Dakwah aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan seperti
olahraga, pramuka, teater, dan kelompok studi Islam. Fakultas juga menyediakan
berbagai program beasiswa
seperti Bidikmisi, Baznas, PLN, dan Bank Permata bagi mahasiswa berprestasi dan
kurang mampu.
Dalam konteks
perkembangan era revolusi industri 4.0
dan masyarakat 5.0, peran Prodi Bimbingan dan Konseling Islam menjadi
semakin penting. Hal ini juga ditegaskan dalam Evaluasi Kurikulum FDIK UIN Imam Bonjol yang diadakan
pada 12–14 November 2021 di Hotel Daima Padang, yang menghasilkan rekomendasi
kurikulum sesuai kebutuhan zaman.